Karena judulnya aja ke Kabupaten yang baru dibentuk,waktu diutus perasaan ini galau (aduh bahasaku).
Kali ini perjalanan dinas ke Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Selain mikir dimana aku nginep dan makannya gimana??? Kabarnya daerah ini masih rentan konflik dan waktu keberangkatanku bertepatan dengan Pemilihan Bupati Meureudu (25/10/08). Si Bos sempat ragu, tapi akhirnya aku tetap pergi juga.
Sampai di Meureudu sudah lewat Maghrib dan bukan seperti Kota Kabupaten lain yang terletak di pinggir jalan, kota Meureudu masuk ke dalam jalan kampung. Bang driver aja jiper apalagi aku. Takut tiba-tiba di stop “awak nanggroe” (GAM). Akhirnya kita nyampe juga di tempat yang akan ditinggali, bukan hotel dan sejenisnya, tapi menyewa kamar penduduk setempat. Lumayan mewah, tempat tidurnya aja versi penganten dengan tiang-tiang dan renda-renda walau tanpa AC dan TV.
Nah, malam pertama ini aku sudah sah dikatakan “melancong” karena setelah mandi aku, Bang Ipur (driver), dan Maimun (instruktur lain) pergi dinner makan Nasi Goreng Meureudu dan sempat ke pasar yang jaraknya berdekatan dengan berjalan kaki untuk membeli sepasang Piyama baru
Oh iya…soal pemilihan bupati, ternyata adem ayem aja. Ngga ada ribut-ribut kayak Pilkada di tipi-tipi (padahal ini kan didaerah konflik), malah seluruh penduduk semangat sampe tengah malam nyantronin tempat penghitungan suara, nunggu siapa yang menang. Dan kabarnya tiap kampanye juga adem-adem aja, masyarakatnya udah cukup cerdas dan cape kali yah dengan konflik, jadi kebal provokator



