Hari Kamis, tanggal 9/4/2009 merupakan hari yang penting yang akan bersejarah buat Indonesia sekaligus lucu dari pengalamanku. Penting karena hari ini diadakan PEMILU Legislatif yang pertama di Indonesia dengan penambahan beberapa partai lokal dari Aceh. Bersejarah karena Pemilu ini kelanjutan pemilu empat tahun yang ternyata lebih dewasa secara demokrasi dibanding pasca orde baru, reformasi, dan orde kericuhan politis lain. Pemilu yang menentukan siapa yang menjadi wakil rakyat di Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI). Mereka diharapkan dapat meneruskan aspirasi rakyat daerah dan pemantau kerja pemerintah. Begitupun ada yang kontra karena banyaknya calon legislatif (caleg) yang rutin ‘promosi’ yang belum tentu bener, tapi ada juga yang pro karena inilah demokrasi yang sesungguhnya.
Meski banyak yang mencemooh, dan memilih jadi golongan putih (GOLPUT) untuk Pemilu Legislatif ini, namun beberapa negara malah memuji Indonesia, seperti Amerika yang terkesan dan KPU Malaysia yang melakukan studi banding (biasanya kan Indonesia yang studi banding ke Malaysia).
Aku sendiri…niatnya golput. Tapi mami-ku semangat dengan ‘Pesta Demokrasi’ ini, so..walaupun Papi sedang sakit dirumah, tetep aku harus sempat ke TPS. Sikap warga walaupun antusias, tapi komentar-komentar yang dikeluarkan cukup menggelitik. Dengan logat Melayu Medan yang khas ada yang nanya,”Siapa yang kau pilih? kasih tau aku lah” kata seorang ibu. Ada juga yang komentar, “ah aku coblos perempuan aja lah, tidak banyak berantam, tidak banyak korupsi” kata seorang bapak.
Panitia sendiri sangat-sangat ramah, saking ramahnya tanpa sadar aku dapat kertas contrengan berlebih. Baru sadar ketika harus masukin ke ‘celengan’ TPS. Kuning, Merah, Hijau, Biru…eh kok ada Kuning lagi??
Pantesan waktu mau mencontreng hati ini ragu, seperti mengulang. Tapi kata abang-abang panitia ditempat masukin aja lagi. Bagai sapi dicucuk hidung yang kebingungan, kumasukkan lagi kertas kuning yang kedua kalinya. Yah…rezeki yang dicontreng deh.
Oh iya, waktu mencontreng karena tak satupun yang dikenal, aku cuma mengandalkan Partai yang katanya anti korupsi, dipilih yang perempuan yang paling banyak titelnya. Itu dasarku mencontreng.
Ini juga ada oleh-oleh lucu dari TPS di Kelurahan Suka maju, Medan.

Bingung contreng siapa


Ini peserta yang terlalu semangat ato kesel ya..


