My daddy got a STROKE!!

Kejadiannya tepat sebulan lalu. Ngga kerasa, padahal waktu itu rasanya dunia ngga akan jalan lagi.

Waktu itu aku inget hari Senin jam stengah 8 Malam, pas banget mau berangkat senam. Sepupuku, Nandi di Jakarta tumben nelpon waktu itu, padahal hari Minggu-nya kita baru ketemuan di Medan. Dia bilang, Papi ku pingsan di Medan, lagi mau dibawa ke RS ma om dan Mami ku.

Kaget!! soalnya hari Minggu sore, Papi dan Mami masih jalan bareng aku di Sun Plaza trus nganterin ke airport. Am I dreaming?? I just sit in front my house but I couldn’t cry. aku ngga bisa percaya, karena walau Papi emang diabetes, tapi belum pernah opname ke rumah sakit, apalagi pingsan.

Aku telp mami, tapi mami aja masih panik. Om Hen (adik Papi) yang bisa nenangin. Tapi setiap jam, sepupuku Nandy terus update malah lebih cepat tau dari Mami. Mungkin karena dokternya langsung lapor keadaan Papi ke Papinya Nandy.

Udah jam 10 malam, keadaan masih ngga jelas yang pasti papi masuk ICU dan mami ngga bisa lihat keadaan papi. Akhirnya dibantu Aji, aku beli tiket pesawat pertama Paginya.

Dijemput mami di airport, I still couldn’t cry but mom…terus nahan tangis. Sekalinya ada yang nelfon mami, suaranya akan meledak dengan segukan. Kata dokter..papi masih ada harapan, karena cepat ditangani dan darah beku di otaknya keciiiiiiiiiil banget. Ngga keliatan kalo ngga diperhatiin di scan-an.

sampai hari ke-3 papi masih di ICU dan kami cuma bisa jenguk di jam besuk. Jam 10 pagi dan jam 6 sore. Cuma 10 menit. Sisanya…kita tunggu di kamar yang kita sewa. Hari ke-4 baru Papi pindah ke kamar.

Awalnya penanganan rumah sakit mantap bin surantap dan harapan kita papi bisa keluar dalam 2 hari. Susternya ramah, check up rutin dokternya rajin datang tiap pagi. Fisioterapi juga tepat waktu. Kita pujiiii deh.

Hari ke lima, karena dokter juga bilang masa kritis papi udah lewat dan perkembangan papi juga bagus, kita berharap untuk bawa papi pulang.

Waktu kita tanya dokter esoknya…hasilnya bikin JANTUNGAN!!! Dokternya bilang, pembekuan di otak papi menyebar dan lama untuk sembuh dan dia ngga berani mastiin. Ujung ujungnya so pasti dia minta operasi. Kalo kita tau papi nyawanya 9 sih ok aja, tapi karena kita sayang papi…Yang bener aja Lo, Dok. Kemaren dibilang tinggal penyembuhan, sekarang waktu kita minta pulang kok makin parah.
Mami panik, aku dan adikku Eral ribut, dan Dylan..susah. Uang dari mana!?!!

setelah dalam kalut kita ngobrol, mami nekat mau bawa papi ke Penang. Uang??? Mami langsung telpon sana sini. Untungnya, semua adik papi yang di Jakarta pada pulang sejak hari pertama sakit, dan sahabat papi selalu ada. Setelah diadain rembuk keluarga…disetujui Buat bawa papi keluar mana????? Ada yang bilang Singapur, Subang…tapi akhirnya ke Penang karena udah ada yang pernah.

Hari Rabu, saat itu aku udah harus balik ke Banda Aceh, karena udah izin seminggu, adikku dylan udah balik Ke Jakarta. Mami dan Eral yang tinggal di Medan dibantu saudara2 akhirnya papi dibawa ke Penang. Tau apa yang dibilang dokter disana!! Masa kritis papi sudah lewat. No Need Operation. Walau dokter jantung yang juga ikut periksa bilang ada penyumbatan di jantung papi…tapi dia ngga nganjurin operasi, cuma pengobatan aja.

10 hari total papi di Penang ditemani Om Hen, Eral dan Mami. Kata mami sih, terapi papi ngga cuma dipegang2 setengah jam kayak di RS di Medan. Terapinya langsung satu jam dan langsung belajar jalan. Pesan dokter di hari akhir, papi harus check up 3 bulan ke depan..and he is sure Papi udah bisa jalan tertatih. Amiin

Banyak hikmah dibalik kesusahan ini. Paling ekstrem…sampai sekarang kita ngga bisa ngebayangin gimana kita bisa biayain Pengobatan papi yang sampe puluhan juta. Keluarga ini ngga ada tabungan uang. Allah maha pemberi rezeki.

Yang lain, keluarga besar dan sahabat memang obat buat keluarga kita dan semangat untuk papi.

Allah maha penyayang dan memang ngga ngasih cobaan kalo kita ngga mampu. Buktinya, belum ada yang bunuh diri, kita masih bisa ketawa, mami masih main Tenis dan ngajar, eral dapet kerjaan, dylan masih di jakarta, aku masih di Aceh, Papi mulai ada perkembangan setiap harinya. Bumi…masih berputar.

Pemilu Yang Lucu

Hari Kamis, tanggal 9/4/2009 merupakan hari yang penting yang akan bersejarah buat Indonesia sekaligus lucu dari pengalamanku. Penting karena hari ini diadakan PEMILU Legislatif yang pertama di Indonesia dengan penambahan beberapa partai lokal dari Aceh. Bersejarah karena Pemilu ini kelanjutan pemilu empat tahun yang ternyata lebih dewasa secara demokrasi dibanding pasca orde baru, reformasi, dan orde kericuhan politis lain. Pemilu yang menentukan siapa yang menjadi wakil rakyat di Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI). Mereka diharapkan dapat meneruskan aspirasi rakyat daerah dan pemantau kerja pemerintah. Begitupun ada yang kontra karena banyaknya calon legislatif (caleg) yang rutin ‘promosi’ yang belum tentu bener, tapi ada juga yang pro karena inilah demokrasi yang sesungguhnya.

Meski banyak yang mencemooh, dan memilih jadi golongan putih (GOLPUT) untuk Pemilu Legislatif ini, namun beberapa negara malah memuji Indonesia, seperti Amerika yang terkesan dan KPU Malaysia yang melakukan studi banding (biasanya kan Indonesia yang studi banding ke Malaysia).

Aku sendiri…niatnya golput. Tapi mami-ku semangat dengan ‘Pesta Demokrasi’ ini, so..walaupun Papi sedang sakit dirumah, tetep aku harus sempat ke TPS. Sikap warga walaupun antusias, tapi komentar-komentar yang dikeluarkan cukup menggelitik. Dengan logat Melayu Medan yang khas ada yang nanya,”Siapa yang kau pilih? kasih tau aku lah” kata seorang ibu. Ada juga yang komentar, “ah aku coblos perempuan aja lah, tidak banyak berantam, tidak banyak korupsi” kata seorang bapak.

Panitia sendiri sangat-sangat ramah, saking ramahnya tanpa sadar aku dapat kertas contrengan berlebih. Baru sadar ketika harus masukin ke ‘celengan’ TPS. Kuning, Merah, Hijau, Biru…eh kok ada Kuning lagi??

Pantesan waktu mau mencontreng hati ini ragu, seperti mengulang. Tapi kata abang-abang panitia ditempat masukin aja lagi. Bagai sapi dicucuk hidung yang kebingungan, kumasukkan lagi kertas kuning yang kedua kalinya. Yah…rezeki yang dicontreng deh.

Oh iya, waktu mencontreng karena tak satupun yang dikenal, aku cuma mengandalkan Partai yang katanya anti korupsi, dipilih yang perempuan yang paling banyak titelnya. Itu dasarku mencontreng.

Ini juga ada oleh-oleh lucu dari TPS di Kelurahan Suka maju, Medan.

Bingung contreng siapa

Bingung contreng siapa

 

 

 

 

Panitia yang ikut melipat lembar suara

 

Panitia yang ikut melipat lembar suara

 

 

 

Ini peserta yang terlalu semangat ato kesel ya..

Ini peserta yang terlalu semangat ato kesel ya..