January 11, 2009 at 9:16 am (Opinion, Religion)
Tags: Palestine
Well…I’m just jealous of most of people here in Indonesia so much care of what happen in Palestine. It also tearing my heart.
When I saw an Indonesian medical NGO went to Palestine..Not go to Papua which severely damage by 7.6 SR earthquake. when I see some people went there for Jihad, why didn’t they save their energies to help flooding area in Kalimantan. When students collecting money in street redlight there are so many people in remote area in Aceh need that.
From what I knew from Qur’an..Israel and Palestine will always in war till the last day. It’s their destiny and they’ll die in syuhada which have place in Heaven. That is also why in the end, Christian and Moslem joint to fight Jewish. Not much we can do as long as there is Veto right in United Nation. Even our goverment do nothing but speeches.
So why you’re not starting to think what u can give to your nation??? Anything good, anything positive. For Acehnese to Javanese to Papuanese.
Or people in the world will never care of us (Because most of them don’t even know we’re existing )
3 Comments
January 2, 2009 at 12:32 am (Uncategorized)
coba deh inget kita dari kecil udah dengerin kalimat di buku dan lagu nasional tentang keramahan bangsa Indonesia. Sekarang ada lagu pop nya lagi, ‘orangnya ramah seperti senyumku’.
Kalo menurutku, orang Indonesia itu banyaknya ramah sama orang asing, khususnya bule kulit putih. Keramahan kadang. Sampe ramahnya habis buat orang lokalnya ato domestik kalo jadi turis.
Cerita turis, sekarang aku dalam turis domestik mode dan sangat sangat dikacangin plus dikerjain dengan ‘orangku sendiri’. Giliran bule pesen makanan cepet banget dianter plus senyuman. nah kita yang pesen dari jam stg 9 malam baru nyampe jam 10. Malah ada yang diantar jam 11. Bete pasti…sepupu ku yang terpaksa makan sambil terkantuk kantuk.
Dilain waktu, aku juga turis domestik di Bali. Agak kesel disuitin, diremehkan, dikacangin. Beda dengan bule yang jalan setengah telanjang pun ngga ada masalah…kita yang pake dress plus legging plus kardigan yang tertutup…kenapa musti disuitin jg (bukan geertz nih ya, tapi menenangkan hati).
Leave a Comment